Minggu, 25 Oktober 2009

PUISI

Balada si Kutu Kota

Dibawah langit jingga ibukota
Hiruk pikuk memecah kesunyian
Tertatih langkah renta seorang tua
Peluh bersimbah diraut wajahnya

Tebal asap sang kotak besi
Mengalihkan pandangan penuh rasa iba
Tingginya pencakar langit
Tidak mengubah jalan nasibmu

Berserakan sampah di pinggir jalan
Menyibak haru kisah hidupmu
Mengerang hati mengharap bahagia
Hanyalah perih yang bisa kau rasa

Tidakkah mereka lihat
Ratusan rintih tangis kaummu
Mengais seonggok mimpi
Bertumpu asa penuh hampa

Semilir angin pengantar berita
Membasuh tubuh terkapar lemah
Terpejam mata tidak bernyawa
Menanti kabar dipagi buta

Tidak ada komentar:

Posting Komentar